Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Container Icon

Makalah tema COvid-19 :: DISIPLIN 3M (MEMAKAI MASKER, MEJAGA JARAK DAN MENCUCI TANGAN)

 

ABSTRAK

“Disiplin 3m (Memakai Masker, Mejaga Jarak Dan Mencuci Tangan)”.

 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan 3M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Tujuan penelitian ini adalah menunjukkan kondisi kedisiplinan masyarakat menerapkan 3M melalui kuisioner yang diberikan kepada pengguna instagram. Berdasarkan hasil penelitian, kedisiplinan menggunakan masker saat keluar rumah sangat tinggi, namun masih ada yang melepaskan masker ketika berkumpul dengan teman-teman. Selain menggunakan masker kedisiplinan mencuci tangan cukup baik. Banyak yang mencuci tangan menggunakan sabun dengan cara yang baik. Namun ada yang masih abai dengan kebersihan pakaian yang digunakan. Masih banyak yang tidak bisa menjaga jarak ketika berkumpul dengan teman. Hal ini tentu saja menjadi kekhawatiran terjadinya penyebaran COVID-19 dikerumunan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan dalam menggunakan masker sudah dangat baik, mencuci tangan cukup baik, namun menjaga jarak masih kurang.

 Kata kunci: COVID-19, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, 3M

 

A.      Latar Belakang Masalah

COVID-19 adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus corona jenis baru . Virus ini menginfeksi paru-paru. Virus ini mewabah keseluruh dunia hingga menjadi sebuah pandemi yang kegawatannya sangat tinggi.  Pandemi COVID-19 sampai saat ini masih menjadi masalah yang menakutkan bagi masyarakat di seluruh dunia.

Tidak hanya di sektor kesehatan, COVID-19 juga memberikan dampak di seluruh sektor kehidupan manusia. COVID-19 mampu melumpuhkan perekonomian Indonesia dalam sekejap. Banyak para pekerja yang dirumahkan bahkan diberhentikan secara besar-besaran guna mencegah persebaran virus tersebut.

Pendidikan juga menjadi salah satu sektor yang ikut mendapatkan dampaknya. Seluruh kegiatan pembelajaran tatap muka diberhentikan. Sampai saat ini para siswa harus menjalani pembelajaran secara daring atau dalam jaringan. Para siswa dan guru belajar di rumah masing-masing tanpa bertemu di sekolah.

Banyak upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah. Salah satu upaya yaitu dengan menerapkan 3M. 3M adalah singkatan dari menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Pemerintah selalu mengupayakan agar seluruh masyarakat bisa menjalankan 3M dengan disiplin. Salah satunya dengan memberikan sanksi jika masyarakat melanggar aturan tersebut. Pemerintah menerapkan PSBB demi menjaga jarak masyarakat, bahkan pemetintah menerapkan sanksi sosial bagi para pelanggar yang tidak menggunakan masker.

Kenyataannya, masih ada masyarakat yang tidak menjalankan 3M secara disiplin. Masih ada masyarakat yang keluar rumah tanpa menggunakan masker, atau masker tidak terpasang dengan baik. Masih ada yang berkerumun, dan tidak membiasakan diri mencuci tangan. Berdasarkan kenyataan tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul disiplin 3M (menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan).

B.       Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka identifikasi masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.        Bagaimana kondisi kedisiplinan masyarakat menggunakan masker di masa pandemi COVID-19?

2.        Bagaimana kondisi kedisiplinan masyarakat menjaga jarak di masa pandemi COVID-19?

3.        Bagaimana kondisi kedisiplinan masyarakat mencuci tangan di masa pandemi COVID-19

C.      Tujuan Penelitian

Berdasarkan identifikasi masalah yang telah diuraikan sebelumnya, tujuan penelitian ini adalah:

1.        Mendeskripsikan kondisi kedisiplinan masyarakat menggunakan masker di masa pandemi COVID-19.

2.        Mendeskripsikan kondisi kedisiplinan masyarakat menjaga jarak di masa pandemi COVID-19.

3.        Mendeskripsikan kondisi kedisiplinan masyarakat mencuci tangan di masa pandemi COVID-19

D.      Kegunaan Penelitian

Kegunaan yang diharapkan dari penelitian adalah sebagai berikut:

1.      Memberikan deskripsi kondisi kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan 3M di masa pandemi COVID-19

2.      Memberikan edukasi kepada pembaca masih perlunya kesadaran dalam mendisiplinkan diri menerapkan 3M.

3.      Memberikan edukasi kepada pembaca pentingnya menjaga kedisiplinan dalam menerapkan 3M

E.       Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran dalam penelitian adalah sebagai berikut:

1.        Masyarakat mampu menggunakan masker dengan cara yang benar.

2.        Masyarakat mampu menjaga jarak ketika berkomunikasi dengan orang lain.

3.        Masyarakat selalu mencuci tangan dan membawa handsanitaizer ketika bepergian.

F.     Kerangka Teori

1.      COVID-19

Penyakit virus corona (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona. Menurut Limbong [online], COVID-19 atau corona virus disease muncul pada akhir tahun 2019 di Wuhan, China dan menyebar keseluruh dunia dengan cepat.

COVID-19 bisa menular melalui droplet yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau mengembuskan nafas. Droplet ini terlalu berat dan tidak bisa bertahan di udara, sehingga dengan cepat jatuh dan menempel pada lantai atau permukaan lainnya.

Manusia dapat tertular saat menghirup udara yang mengandung virus jika berada terlalu dekat dengan orang yang sudah terinfeksi COVID-19. Selain itu, juga dapat menular jika menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut.

Masing-masing orang memiliki respons yang berbeda terhadap COVID-19. Berdasarkan kutipan WHO, gejala umum yang dirasakan oleh penderita adalah demam, batuk kering, bersin-bersin dan kelelahan.

Sampai saat ini COVID-19 memberikan dampak yang sangat besar dan mempu merombak tatanan kehidupan di seluruh sektor kehidupan manusia. Tidak hanya di sektor kesehatan, perekonomian dan pendidikanpun mendapatkan dampaknya. Banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaannya. Bahkan sekolah ditutup. Siswa dan guru melakukan pembelajaran secara daring.

2.      3M (Menggunakan Masker, Menjaga Jarak, dan Mencuci Tangan)

Untuk mencegah penyebaran COVID-19 pemerintah telah mengupayakan gerakan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Kegiatan ini dilakukan agar virus corona bisa mati. Mencuci tangan secara rutin dengan mengguunakan sabun di air mengalir, atau dengan menggunakan cairan pembersih tangan berbahan alkohol seperti handsanitaizer. Selain itu, diupayakan untuk selalu jaga jarak dengan orang yang batuk atau bersin. Kenakan masker jika pembatasan fisik tidak dimungkinkan. Jangan sentuh mata, hidung, atau mulut. Jangan keluar rumah jika merasa tidak enak badan. Tindakan ini akan mencegah penyebaran virus dan infeksi lainnya.

a.       Menggunakan Masker

Masker dapat membantu mencegah penyebaran virus dari orang yang mengenakannya kepada orang lain. Berikut cara menggunakan masker yang benar: (1) Cucilah tangan sebelum menggunakan masker; (2) Pegang bagian karet/tali masker; (3) Pastikan hidung, mulut hingga dagu tertutup dengan baik; (4) Jika akan melepaskan masker, pastikan pegang bagian karet/tali bukan bagian depan masker dan (5) Cuci tangan setelah melepaskan masker.

b.      Menjaga Jarak

Menjaga jarak atau dikenal dengan physical distancing. Menjaga jarak sangat penting dilakukan jika hendak keluar rumah. Menjaga jarak minimal 1 meter. Hal ini perlu dilakukan supaya penderita tidak mudah menularkan doplet kepada orang lain. Menjaga jarak diperlu dilakukan dimanapun.

c.       Mencuci Tangan

Mencuci tangan bukan hanya asal terkena air melainkan harus dilkukan dengan cara yang benar. Berikut langkah-langkah mencuci tangan yang benar menurut Dettol.id: (1) Basahi tangan dengan air mengalir yang bersih dan hangat; (2) Pakai sabun; (3) Gosok telapak tangan bersamaan, jauh dari air, (4) Gosok jemari dan jempol dan kulit di sela-sela; (5) Bersihkan telapak tangan Anda dengan kuku Anda; (6) Gosok bagian belakang setiap tangan; (7) Cuci dengan air bersih mengalir; dan (8) Keringkan dengan handuk atau tisu yang bersih.

G.    Bahan Penelitian

Penelitian ini menggunakan bahan berupa kuisioner. Kuisioner ini berisi survei tentang kedisiplinan 3M. Kuisioner ini diberikan kepada para pengguna instagram. Selain kuisioner, bahan yang digunakan juga pengamatan terhadap kegiatan masyarakat sekitar secara nyata.

H.      Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang dilengkapi dengan data secara kuantitatif. Paradigma yang digunakan adalah interaktif yang meneliti perilaku sosial secara langsung. 

I.       Hasil Penelitian

1.        Kondisi Kedisiplinan Masyarakat Menggunakan Masker

Hasil survei yang dilakukan terhadap kedisiplinan menggunakan masker disajikan pada tabel berikut:

            Tabel 1: Hasil Survei Menggunakan Masker

No

Identifikasi Masalah

Persentase  Tindakan

Selalu

Kadang-Kadang

1.

Menggunakan masker ketika ke luar rumah

94 %

6%

2.

Menggunakan masker ketika berkumpul dengan teman

71 %

29 %

3.

Menggunakan masker dengan cara yang benar (tertutup hidung dan mulut)

82 %

18 %

4.

Tetap memakai masker ketika sampai di tujuan

48 %

52 %

2.        Kondisi Kedisiplinan Masyarakat Menjaga Jarak

Hasil survei yang dilakukan terhadap kedisiplinan menjaga jarak disajikan pada tabel berikut:

Tabel 2: Hasil Survei Menjaga Jarak

No

Identifikasi Masalah

Persentase  Tindakan

Selalu

Kadang-Kadang

1.

Menjaga jarak ketika sedang berkumpul dengan teman-teman

16 %

84 %

2.

Menerapkan prokes saat di luar

60 %

40    %

3.        Kondisi Kedisiplinan Masyarakat Mencuci Tangan

Hasil survei yang dilakukan terhadap kedisiplinan mencuci tangan disajikan pada tabel berikut:

Tabel 3 : Hasil Survei Mencuci Tangan Menggunakan Sabun

No

Identifikasi Masalah

Persentase  Tindakan

Selalu

Kadang-Kadang

1.

Mencuci tangan sesampainya di rumah

67 %

33 %

2.

Mencuci tangan menggunakan sabun

83 %

17 %

3.

Mengganti/mencuci baju setelah tiba di rumah

45 %

55 %

4.

Membawa handsanitaizer

68     

32     

 

J.      Pembahasan

1.      Kondisi Kedisiplinan Masyarakat Menggunakan Masker

Berdasarkan data survei kedisiplinan menggunakan masker diperoleh data yang sangat baik. Sekitar 94% sample yang disurvei telah menggunakan masker jika ke luar rumah. Namun masih ada 6% yang masih abai dengan kepatuhan menggunakan masker.

Dari sample yang disurvei terdapat 82% yang telah menggunakan masker dengan cara yang benar. Namun, masih ada 18% yang menggunakan masker dengan cara yang kurang baik yaitu posisi masker yang membiarkan hidung mereka terbuka.

Menggunakan masker ketika berkumpul dengan teman memperoleh hasil 71%. Namun terdapat 48% dari sample yang disurvei masih menggunakan masker ketika sampai di tempat tujuan artinya 52% dari mereka membuka maskernya ketika sudah sampai di tempat tujuan.

2.        Kondisi Kedisiplinan Masyarakat Menjaga Jarak

Berdasarkan data hasil survei tentang menjaga jarak diperoleh hasil yang cukup rendah. Sekitar 16% dari sampel yang disurvei tidak menjaga jarak ketika mereka berkumpul dengan teman-teman. Meskipun demikian, 60% dari sampel yang disurvei masih menerapkan prokes. Hal ini bisa dilihat dari penggunaan masker yang masih cukup disiplin.

3.        Kondisi Kedisiplinan Masyarakat Mencuci Tangan

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan diperoleh hasil 83% sampel mencuci tangan menggunakan sabun. Hasil tersebut cukup tinggi. Selain itu diperoleh 67% yang mencuci tangan sesampainya di rumah.

Selain mencuci tangan dengan sabun survei dilakukan terhadap kedisiplinan membawa handsanitaizer. Diperoleh 68% yang selalu membawa handsanitaizer ketika bepergian. Namun hanya 45% yang mengganti atau mencuci baju mereka ketika sampai di rumah. Hal ini masih menunjukkan bahwa mereka masih abai dengan kebersihan diri, padahal virus bisa saja menempel di baju atau celana pada saat bepergian.

K.     Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan:

1.        Masyarakat sudah disiplin menggunakan masker pada saat keluar rumah dengan cara yang benar. Namun masih ada diantara mereka yang membuka maskernya saat berkumpul dengan teman. Hal ini tentu saja bisa menjadi perantara penularan COVID-19.

2.        Masyarakat masih kurang disiplin dalam menjaga jarak. Terutama saat berkumpul dengan teman atau saudara yang datang dari jauh. Hal ini tentu saja berbahaya dan bisa mengakibatkan penyebaran COVID-19.

3.        Masyarakat cukup disiplin mencuci tangan. Mereka sudah terbiasa mencuci tangan menggunakan sabun dengan cara yang benar. Namun tidak sedikit dari mereka tidak mengganti bajunya saat tiba di rumah.

L.     Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan serta simpulan, peneliti memberikan beberapa saran terkait penelitian ini sebagai berikut:

a.       Tetaplah selalu menggunakan masker dengan cara yang benar dimanapun dan kapanpun tertuama saat berada di luar rumah, meskipun sedang berkumpul dengan teman.

b.      Upayakan selalu mencuci tangan menggunakan sabun dengan cara yang benar setelah tiba di rumah. Selalu membawa handsanitaizer ketika pergi keluar rumah. Gantilah baju dan lebih baik cucilah ketika tiba di rumah.

c.       Tetaplah menjaga jarak ketika berada di luar rumah.

 

DAFTAR PUSTAKA 

Dettol. Cara Mencuci Tangan. [online] dettol.co.id/kebersihan-diri/healthy-hands/how-to-wash-your-hands/ [6 ferbruari 2021

 

Limbong, S.T. Virus Corona COVID-19. [online] https://www.klikdokter.com/ penyakit/coronavirus. [6 februari 2021]

 

WHO. Penyakit Corona Virus COVID-19. [online] Tersedia: https://www.google. com/search?q=COVID+19&rlz=1C1VSNC_enID928ID620&oq=COVID+19&aqs=chrome..69i57.20150j0j4&sourceid=chrome&ie=UTF-8.

[6 Februari 20211]


Lampiran A : Kuisioner Menggunakan Masker

Lampiran B : Kuisioner Menjaga jarak

Lampiran C : Kuisioner Mencuci Tangan

 

 


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar